Tampilkan postingan dengan label Adab Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab Islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2018

Hukum Rukun Dan Syarat Puasa

Syarat wajib hukum rukun puasa ramadhan : perlu kita ketahui dan pahami dengan baik agar nantinya amalan ibadah berpuasa kita baik ketika berpuasa sunnah maupun puasa wajib seperti halnya puasa di bulan ramadhan akan bisa dijalankan dengan baik serta didasari niatan yang ikhlas mengharap akan keridhoan Allah semata.

Sehingga nantinya puasa ramadhan kita selama 1 bulan penuh tidak akan sia-sia belaka hanya mendapatkan haus dan dahaga saja.

Menyambut datangnya bulan Ramadhan 1436 H 2015 M yang akan tiba beberapa waktu lagi, kita sebagai seorang muslim tentunya harus benar-benar melakukan persiapan menyambut bulan ramadhan. Persiapan fisik dengan menjaga kesehatan fisik dengan baik dan persiapan rohani untuk bisa menjalankan puasa dengan maksimal dan optimal.

Untuk itulah jangan lupakan pula mengenai hal-hal yang berhubungan dengan Adab-Adab Dan Amalan Sunnah Puasa Ramadhan.

Pengertian puasa di dalam bahasa arab adalah sering disebut dengan istilah shaum. Sedangkan secara bahasa definisi makna arti puasa shaum ini adalah menahan diri dari makan dan minum serta pembatal-pembatal puasa lainnya. Hukum puasa ramadhan adalah wajib bagi tiap muslim tentunya.

Hukum Rukun Dan Syarat Puasa

Hukum Puasa

Hukum dalam menjalankan puasa ada beberapa. Yaitu ada yang mempunyai hukum wajib seperti halnya pusa ramadhan selama sebulan penuh. Ada juga yang berkedudukan sebagai puasa sunnah. Seperti halnya puasa sunnah senin kamis, puasa syawal dan puasa sunnah-sunnah lainnya.

Hukum puasa ramadhan adalah wajib. Dasarnya adalah Al-Qur'an di dalam surat Al Baqarah ayat ke 183. Yang artinya adalah :"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.". Inilah dalil kewajiban dalam menjalankan puasa ramadhan berdasarkan ayat Al-Qur'an.

Berdoa Untuk Kebaikan Anak-Anak
Sedangkan dalil sunnah hadist tentang wajibnya berpuasa ramadhan ini terdapat pada salah satu hadist Rasulullah SAW yang artinya :"Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji, dan berpuasa di bulan Ramadhan." (HR. Bukhari Muslim).

Sehingga dengan wajibnya puasa yang satu ini adalah juga karena termasuk di dalam rukun Islam yang 5. Sehingga sebagai seorang muslim tentunya kita juga harus bisa menjalankan kelima rukun Islam tersebut. Sehingga di dalam Shahih Fiqh Sunnah disebutkan bahwasannya seseorang bisa jadi kafir jika mengingkari wajibnya hal ini. (rumaysho.com)

Syarat Wajib Puasa itu terdiri dari :
  • Islam.
  • Berakal.
  • Sudah mencapai baligh.
  • Mengetahui akan wajibnya berpuasa.
Sedangkan Wajibnya Pelaksanaan Puasa itu terdiri dari :
  • Sehat, tidak dalam keadaan sakit.
  • Menetap, tidak dalam keadaan bersafar (bepergian)
  • Suci dari haidh dan nifas
Syarat Sahnya Puasa

Syarat Sahnya Puasa

Ada dua hal yang termasuk di dalam syarat sahnya di dalam menjalankan ibadah puasa ini. Dua hal tersebut adalah :
  1. Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas. Syarat ini adalah syarat terkena kewajiban puasa dan sekaligus syarat sahnya puasa.
  2. Berniat. Niat merupakan syarat sah puasa karena puasa adalah ibadah sedangkan ibadah tidaklah sah kecuali dengan niat sebagaimana ibadah yang lain. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dari niatnya" (HR. Bukhari Muslim).
Yang dimaksud dengan syarat wajib penunaian ibadah amalan puasa adalah bahwasannya ketika ia mendapati waktu tertentu, maka ia dikenakan kewajiban puasa. Waktu dan keadaan tersebut adalah seperti yang tercantum diatas. (muslim.or.id) Dan apa saja syarat puasa? Jika seseorang memiliki syarat tersebut, maka ia berarti wajib menjalani puasa Ramadhan seperti tersebut di atas pula.

Rukun Puasa

Syarat Wajib adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah. Apapun jenis ibadah tersebut. Termasuk di dalamnya adalah ibadah puasa. Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Sedangkan rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Rukun Puasa

Berdasarkan kesepakatan para ulama, yang termasuk di dalam rukun puasa itu sendiri adalah menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbit fajar (yaitu fajar shodiq) hingga terbenamnya matahari. Hal ini adalah berdasarkan pada apa yang terdapat di dalam Al-Qur'an.

Firman Allah Ta'ala yang menjadi dasar dalil rukun berpuasa ini adalah yang artinya :"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam." (QS. Al Baqarah: 187).

Sedangkan dalil sunnah hadist Rasulullah SAW tentang rukun tentang niat adalah seperti yang tersebut di dalam sebuah hadist Nabi yang artinya :" Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya" (HR. Bukhari Muslim).

Untuk puasa wajib di bulan Ramadhan harus ada niat di malam hari (setelah matahari tenggelam). Jika niatnya dilakukan sebelum tenggelamnya matahari, maka tidaklah sah. Begitu pula jika baru berniat setelah masuk waktu fajar (Shubuh), juga tidaklah sah.

Kewajiban berniat di malam hari adalah berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Hafshoh (istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :"Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar (Shubuh), maka puasanya tidak sah." (HR. Abu Daud).

Minggu, 04 September 2016

Berdoa Untuk Kebaikan Anak-Anak

Doa agar anak menjadi sholeh sholehah sukses dunia akherat menjadi anak yang cerdas tidak nakal tentunya adalah merupakan doa selalu dipanjatkan oleh para orang tua kepada putra-putrinya. Jika orang tua ingin anaknya menjadi sholeh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa orang tua adalah doa yang mudah diijabahi dan dikabulkan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya :
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (Qs.al-Kahfi: 46)
Anak adalah asset orangtua, sehingga harus diperlakukan dan dipersiapkan masa depannya dengan sebaik mungkin. Orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk mendoakan anak supaya sukses.

Berdoa Untuk Kebaikan Anak-Anak

Manfaat Tujuan Berdoa

Manfaat hikmah dan tujuan dari berdoa dan berdzikir dalam Islam adalah sangat besar maknanya. Hal ini karena dalam agama Islam dikatakan dalam sebuah hadist yang artinya :"Doa itu adalah otak ibadah". (HR. Bukhari).

Otak adalah sarinya, intinya, dan yang paling berarti dari sesuatu itu (ibadah).

Manfaat dan pentingnya doa di dalam Islam karena di dalam untaian kata doa adalah menjadi bagian penting dalam setiap usaha manusia. Berdoa berarti mengetahui bahwa Allahlah yang menentukan segala usahanya. Doa bisa diartikan sebagai satu permohonan dan pujian dalam bentuk ucapan dari hamba yang rendah kedudukannya pada Rabb Yang Maha Tinggi.

Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah bisa dikatakan orang yang takabur (sombong) karena tidak menempatkan Allah sebagai penentu segalanya (QS al-Mu’min [40]: 60). Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT sangat murka kepada orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya,” (HR Ibnu Majah).

Ayat Al Quran telah mengisyaratkan bahwa doa merupakan ibadah. Dan inilah yang dinamakan dengan Nilai Eksistensi Sebuah Doa Karenanya, Allah perintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya dan menyebutkan orang-orang yang tidak beribadah (berdoa) adalah orang-orang yang menyombongkan diri di hadapan Allah.

Doa Orang Tua Pada Anak

Tak dapat dipungkiri bahwasannya kesuksesan keberhasilan yang diraih oleh seseorang tak lepas dari doa orang tua. Ya, doa orang tua adalah doa yang paling manjur, karena doa orang tua untuk anaknya adalah yang paling didengar oleh Allah dan akan selalu diijabah oleh Allah SWT, entah itu doa yang baik maupun yang buruk.

Anak yang shalih adalah buah hati dambaan orang tua dan harapan umat. Anak shalih adalah sosok anak yang berbakti kepada orang tuanya dan memberi manfaat kepada umatnya. Memiliki anak sholeh shalihah merupakan anugerah istimewa dari Allah Ta’ala yang tidak bisa ditukar dengan harta dunia.


Di antara keberkahan kebaikan keutamaan anak shalih adalah doa yang dipanjatkan olehnya untuk kebaikan kedua orang tua.

Untuk mendidik seorang anak agar menjadi anak yang shalih bukanlah pekerjaan yang ringan. Dibutuhkan pengorbanan, baik harta, tenaga, pikiran, dan bahkan doa. Berkaitan dengan doa memohon kepada Allah Ta’ala agar dianugerahi anak yang shalih.

Berikut beberapa doa memohon kepada Allah untuk kebaikan anak-anak dari Al-Qur'an Dan Hadist antara lain adalah sebagai berikut :
"Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.' (QS. Al Furqan: 74).
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)
Dan Allah Ta’ala menceritakan tentang istri Imran tatkala melahirkan anaknya yang bernama Maryam,
"Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.” (Ali Imran: 37)
Dan di dalam shahihain disebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berdoa untuk perlindungan Hasan dan Husain, beliau membaca doa berikut ini :
“Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat. (HR Bukhari , Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmidzi ).

Doa Orang Tua Pada Anak

Jangan Mendoakan Keburukan Kejelekan Pada Anak

Mendoakan anak-anak bisa berupa doa yang baik dan juga sebaliknya doa yang jelek pada anak. Sebenarnya doa yang dimaksudkan di sini mencakup doa baik dan buruk dari orang tua pada anaknya.

Jika orang tua mendoakan jelek pada anaknya, maka itu pun akan terkabulkan. Sehingga orang tua mesti hati-hati dalam mendoakan anak.

Maka sungguh amat bahaya jika keluar dari lisan orang tua doa jelek pada anaknya sendiri karena doa seperti itu bisa terkabul sebagaimana kisah Juraij yang terkenal. Yang terbaik, hendaklah orang tua mendoakan anaknya dalam kebaikan dan semoga anaknya menjadi sholeh serta berada di jalan yang lurus.
Ketika marah karena kenakalan anaknya, hendaklah amarah tersebut ditahan. Ingatlah sekali lagi bahwa di saat marah lalu keluar doa jelek dari lisan ortu, maka bisa jadi doa jelek itu terwujud.

Maka doakanlah agar hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala tercurah kepada anak-anak dan janganlah berdoa kutukan untuk mereka, yang ini sering dilakukan oleh kebanyakan para ibu dan sebagian bapak yang mengutuk anak-anak mereka manakala sedang emosi.

Hal ini telah diperingatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui lisan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah sabdanya:
"Jangan kalian berdoa kejelekan untuk diri kalian, dan jangan berdoa kejelekan untuk anak-anak kalian, dan jangan berdoa kejelekan untuk harta benda kalian, karena tidaklah kalian bertemu dengan waktu yang mustajab (bila minta kepada Allah pasti akan dikabulkan) melainkan Allah mengabulkan doa kalian." (HR. Bukhari dan Muslim )
Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, yang artinya :
“Janganlah kalian mendoakan kecelakaan atas diri kalian, jangan kalian mendoakan kecelakaan atas anak-anak kalian, jangan kalian mendoakan kecelakaan atas pembantu-pembantu kalian dan jangan kalian mendoakan kecelakaan atas harta benda kalian…

Imam al-Ghazali menceritakan bahwa seorang laki-laki pernah datang kepada Abdullah bin Mubarak mengadu tentang kedurhakaan anaknya. Abdullah bin Mubarak berkata kepadanya, “apakah engkau pernah mendoakaan kecelakan atasnya ? “ Orang itu menjawab, “Benar, pernah “. Abdullah bin Mubarak berkata,”Engkau telah merusaknya !”

Wahai para orang tua yang budiman, jangan Anda menjadi penyebab kerusakan anakmu dengan mendoakan kecelakaan atasnya, sekalipun pada suatu hari ia tidak mematuhimu dan tidak memenuhi panggilanmu.

Jadilah orang yang berlapang dada seperti Nabi Ya’qub ‘Alaissalam ketika ia berkata kepada putra-putranya “ Aku akan memohonkan ampun unutk kalian kepada Tuhanku.. (Qs. Yusuf : 98).

Ambil contoh teladan yang baik pada diri Rasulullah sebab beliau sangat gemar mendoakan anak-anak, bahkan hingga pada waktu bepergian.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata di penghujung bepergian ,
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung denganMu dari kesukaran perjalanan, kelelahan pemandangan, dan keburukan perubahan pada harta, keluarga dan anak".
Banyak penjelasan yang menceritakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan anak-anak kecil. Imam al-Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mendekapku ke dadanya dan berkata, “Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah “, dan dalam riwayat lain “Ajarkankah kepadanya al-Qur’an “.

Semoga Allah memperkenankan doa kita sebagai orang tua yang berisi kebaikan kepada anak-anak kita. Semoga anak-anak kita berada dalam kebaikan dan terus berada dalam bimbingan Allah di jalan yang lurus.

Jika kita sebagai anak, janganlah sampai durhaka pada orang tua. Banyak-banyaklah berbuat baik pada mereka, sehingga kita pun akan didoakan oleh bapak dan ibu kita.
 

© 2013 Education Files. All rights resevered. Designed by Templateism | Blogger Templates

Back To Top